Pages

Subscribe:

Senin, 02 April 2012

Kamis, 08 Maret 2012

puisi maaf

Maaf memanggilku

Maaf kumeninggalkanmu
Cinta sejati tak memberi petunjuk pada kita
Ini terpaksa kulakukan
Temkan cinta sejatimu sendiri
Bukan niatku sandarkan punggung ini padamu
Sungguh kau mengerti aku
Sedihku perasaan ini meleleh
Tapi janji tetap harus ditepati
Aku bertahan untuk memanggil sunyi
Dia ada disana melihatku
Di tempat dia sendiri mengisi waktu
Dengan memikirkanku penuh sesak
Hiruplah cinta baru sayang
Kita tercipta bukan untuk bersama

puisi kecewa

“Menggiringku Kecewa”

Kuberi segala harta tahta dan jiwa
Mataku tertuju fokus untukmu
Tak ada curiga atau berisik
Damai datarny air kurasakan
Teriaki aku sepenuhnya
Apa salahku
Kaujadikan aku sia
Melayang seperti zombie padang pasir
Aku merasakan sedikit keanehan
Janggal dihati tapi tak terkeluarkan
Petang sedikit menjadi rabun
Rabun senja hatiku
Kau lukaiku tanpa belati
Tapi dengan gagang Samurai selingkuhanmu
Menggiringku ke dalam culas
Culas tanpa rasa diakhiri kecewa

puisi persahabatan

Persahabatan - Kahlil Gibran
Dan jika berkata,
berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata,
dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;
Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya,
mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.